Niat hati sudah tak pulang, kuat nian untuk tak menuju kampung halaman merayakan lebaran bersama keluarga ‘tercinta’ … sudah dilakukan rencana – rencana yang cukup matang yang kiranya bisa menemani saat aku bersuka lebaran di ibukota.
MEnjadi sedikit berdebar dan trenyuh atas informasi dan berita yang diterima, segala sesuatu yang menjadi urusan hati dan pertimbangan fikir. Aku menjadi lebih luluh dengan situasi yang ada saat ini.
Demi cinta aku pulang.. aku menuju kampung halaman dengan iringan takbir yang berkumandang disela – sela suara gemuruh lokomotif Argo Lawu. Sungguh terasa hati ini semakin menjadi bimbang dan resah atas hal – hal terjadi, bimbang akan sebuah keputusan, resah atas sebuah pernyataan.










