<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Choiri Setyawan™ &#187; Sakit</title>
	<atom:link href="http://blog.choirisetyawan.com/category/sakit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.choirisetyawan.com</link>
	<description>Always SmiLe for my Motivation</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Dec 2011 05:02:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>rasa ini</title>
		<link>http://blog.choirisetyawan.com/2010/02/11/rasa-ini/</link>
		<comments>http://blog.choirisetyawan.com/2010/02/11/rasa-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 16:48:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Choiri Setyawan™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[aneh]]></category>
		<category><![CDATA[mbandel]]></category>
		<category><![CDATA[pening]]></category>
		<category><![CDATA[pusing]]></category>
		<category><![CDATA[rasa ini]]></category>
		<category><![CDATA[sakit kepala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.choirisetyawan.com/?p=1024</guid>
		<description><![CDATA[MEmang sudah cukup membuatku geleng kepala dan merasa menjadi orang yang kurang memperhatikan hak &#8211; hak dari bagian tubuhku untuk menikmati kebaikan dari alam&#8230;
Hampir 20 hari ada sesuatu yang sepertinya aneh dalam salah satu bagian tubuhku yang merupakan media bertenggernya otak ini. Sudah lebih dari dua minggu&#8230;. empat belas hari lamanya rasa anehnya tak kunjung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">MEmang sudah cukup membuatku geleng kepala dan merasa menjadi orang yang kurang memperhatikan hak &#8211; hak dari bagian tubuhku untuk menikmati kebaikan dari alam&#8230;</p>
<p align="justify">Hampir 20 hari ada sesuatu yang sepertinya aneh dalam salah satu bagian tubuhku yang merupakan media bertenggernya otak ini. Sudah lebih dari dua minggu&#8230;. empat belas hari lamanya rasa anehnya tak kunjung reda juga.</p>
<p align="justify">Aku bilang aneh, <strong>&#8220;rasa ini&#8221; </strong>karena datang nya tak tentu, dan membuatku <em>merem melek..</em> merasakan keanehannya, merasakan hebatnya menggelitik dan seperti metoel &#8211; toel sesuatu yang ada di kepala ku ini, hufff&#8230;. SAKIIIITTT&#8230; </p>
<p><span id="more-1024"></span></p>
<p align="justify">Tapi terasa tak terlalu lama,.. sejenak, sejenak membuat pandanganku menjadi cukup kabur dan sesekali memejamkan mata untuk menahan dan membuat rasa ini tiba &#8211; tiba menghilang lagi, terbang bersama hembusan nafas panjangku.</p>
<p align="justify">Pagi nan sejuk membuatku tak terasa nyaman dengan peningnya rasa kepalaku ini, tak merasa bugar saat sang surya mengajakku untuk mengukir sebuah karya bagi bangsa. Namun itupun hanya sejenak, setelah terguyur sang air yang menyejukkan seluruh tubuhku, diapun meluruh seperti tak pernah menyapaku pagi tadi.</p>
<p align="justify">Aku pun bisa memberikan satu fikiran dan satu tenagaku untuk mereka yang telah menyisihkan sedikit dari penghasilannya untukku.. Memberikanku kesempatan untuk bisa maen pesbuk dan chat chit dengan temen &#8211; temen , atau hanya sekedar memandangi layar kotak dengan beberapa gambar gelombang atau sestau hal yang bernama surat elektronik yang sehari &#8211; hari nya sekitar 500an.</p>
<p align="justify">Sang senja yang datang merayap, sepertinya juga mengajak rasa aneh itu menggelayutiku, membuat satu goresan yang uuhhhh&#8230;.. gak jelas rasanya.. pening, pusing, tapi ya setelah itu menghilang dengan sendirinya.</p>
<p align="justify"><strong>Wedewwww</strong></p>
<p align="justify">Dasar memang sedikit bandel untuk urusan memeriksakan diri, memang tak doyan pergi ke dokter barang sejenak meluangkan waktu untuk melihat kondisi dan aktualisasi dari daya tahan tubuh ini. Dasar <em>&#8220;Ndableg&#8221;</em> , semoga saja tidak menurun kepada anak cucuku nanti&#8230; amiin.</p>
<p align="justify">Sampai detik ini pun aku tak tau apa yang sebenarnya ada di kepalaku, apa yang sebenarnya menjadi sumber dari <strong>rasa ini</strong> , sampai seharian ini tadi aku tak menunaikan kewajibanku sebagai seorang pembantu di kantorku&#8230; , dan anehnya <strong>rasa ini </strong>tak menghampiriku sama sekali&#8230; , semoga memang karna rasa letih dan aku perlu untuk beristirahat sejenak meluangkan waktu untuk tak menyentuh pekerjaan di kantor ku&#8230; </p>
<p align="justify">semoga hanya seperti biasa dan segera kembali normal <strong>rasa ini</strong> yang sedikit menganggu aktifitas ku&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.choirisetyawan.com/2010/02/11/rasa-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semakin bodoh saja diriku..</title>
		<link>http://blog.choirisetyawan.com/2009/11/20/semakin-bodoh-saja-diriku/</link>
		<comments>http://blog.choirisetyawan.com/2009/11/20/semakin-bodoh-saja-diriku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 17:08:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Choiri Setyawan™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Malam]]></category>
		<category><![CDATA[Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[bukan]]></category>
		<category><![CDATA[menangis]]></category>
		<category><![CDATA[mengeluh]]></category>
		<category><![CDATA[meratap]]></category>
		<category><![CDATA[peluh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.choirisetyawan.com/?p=977</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya&#8230; seperti terbakar dalam dingin yang membekukan. Serasa meluap dan menyeruak ke dalam putaran topan , serta kobaran api yang menjilat &#8211; jilat. Hmhhh&#8230;. sejenak menghela nafas dan tertegun saja.., kalau kata salah satu temen di FB, &#8216;lagi ngemil bengong&#8217;.. hehe lucu juga dia.
Banyak yang terjadi, terlalu pedih untuk dirasakan, karena sepertinya semakin bodoh saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Rasanya&#8230; seperti terbakar dalam dingin yang membekukan. Serasa meluap dan menyeruak ke dalam putaran topan , serta kobaran api yang menjilat &#8211; jilat. Hmhhh&#8230;. sejenak menghela nafas dan tertegun saja.., kalau kata salah satu temen di FB, <strong>&#8216;lagi ngemil bengong&#8217;</strong>.. hehe lucu juga dia.</p>
<p align="justify">Banyak yang terjadi, terlalu pedih untuk dirasakan, karena sepertinya semakin bodoh saja diriku ini. Semakin tak bisa menjadi orang yang berfikir dan memikirkan.. hehe, agak ruwet saja kata &#8211; kata nya, tak teratur dalam berucap. Tak sedap dalam bersuara, jengah dalam menahan asa.</p>
<p><span id="more-977"></span></p>
<p align="justify">Mencoba .. mencari&#8230; dan sepertinya telah menjadi begini. Telah membuat <a href="http://achoy.wordpress.com/2009/10/27/separuh-jiwaku-pergi/" target="_blank">separuh jiwa yang beterbangan menjauh</a>, menjauh dari keramaian. </p>
<p align="justify">Huff&#8230; bukan hendak mengeluh, atau meratap, namun peluh tak sempat terseka, dan tak lagi sempat menatap. Kesejukan semakin bersembunyi dalam keheningan malam. Semakin merayap dalam sekat &#8211; sekat yang tak berjarak, sesak dan sempit.</p>
<p align="justify">Kadang suka begini, kadang menjadi itu, kadang ingin begini, kadang bisa seperti itu, bisa tersenyum dan bisa menjadi kagum. Bisa menangis dan menjadi tragis. <em>wew.</em>. Memang sepertinya semakin bodoh saja diriku ini.</p>
<p align="justify">Tapi bukan , bukan meratap yang bisa dilakukan, bukan menangis yang membekas, namun selalu tersenyum untuk menjadi diri ini yang seutuhnya, menjadi aku dalam hidupku, menjadi ini untuk peroleh itu, dan seperti ini guna peroleh itu.</p>
<p align="justify">Tak perlu untuk dimengerti, tak perlu untuk diperhatikan&#8230;.hanya sebuah kalimat yang tersusun tak rapi saja&#8230; [jiah.... makin ruwet sajah..] </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.choirisetyawan.com/2009/11/20/semakin-bodoh-saja-diriku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semoga abis ini naik kelas&#8230;</title>
		<link>http://blog.choirisetyawan.com/2009/11/13/semoga-abis-ini-naik-kelas/</link>
		<comments>http://blog.choirisetyawan.com/2009/11/13/semoga-abis-ini-naik-kelas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 00:16:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Choiri Setyawan™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Malam]]></category>
		<category><![CDATA[Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Terbang]]></category>
		<category><![CDATA[dua kali]]></category>
		<category><![CDATA[heran]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>
		<category><![CDATA[sentilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.choirisetyawan.com/?p=969</guid>
		<description><![CDATA[Alamak jaaang&#8230; inilah satu hal yang sering dialami manusia, semuanya pasti mengalami , besar kecil, dalam bentul materiil maupun spirituil beragam bentuk dan bermacam jalan. 11 November 2009 dini hari [kira - kira] macan ku di gondol orang tepat di depan pintu kamarku. Ck Ck Ck.. heran dech..
Musibah, itulah yang sering dialami manusia, “ Al-ladhiina [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Alamak jaaang&#8230; inilah satu hal yang sering dialami manusia, semuanya pasti mengalami , besar kecil, dalam bentul materiil maupun spirituil beragam bentuk dan bermacam jalan. 11 November 2009 dini hari [kira - kira] macan ku di gondol orang tepat di depan pintu kamarku. Ck Ck Ck.. heran dech..</p>
<p align="justify"><a href="http://blog.choirisetyawan.com/2009/06/20/dapet-sentilan-nich/">Musibah</a>, itulah yang sering dialami manusia, <strong>“ Al-ladhiina idha ashobathum musibah qolu in-na lillahi wa inna ilaihi roji’uun”</strong>  . Dunia ini sarat dengan kesulitan dan kesusahan; diciptakan secara fitrah untuk dipenuhi dengan beban dan ancaman, aral rintangan serta berbagai cobaan. Tak ubahnya dingin dan panas, yang memang harus dirasakan oleh para hamba-Nya. Allah berfirman : &#8220;Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.&#8221; (Al-Baqarah : 155). </p>
<p><span id="more-969"></span></p>
<p align="justify">Cobaan adalah lawan dari tujuan dan memang bertentangan dengan angan-angan dan kesenangan menikmati kelezatan hidup. Setiap orang pasti merasakannya, walau dengan ukuran yang berbeda, sedikit atau banyak. Seorang mukmin diberi ujian sebagai tempaan baginya, bukan siksaan. Terkadang cobaan itu ada dalam kesenangan, terkadang juga ada dalam kesusahan. Allah berfirman : &#8220;Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran…&#8221; (Al-A&#8217;raaf : 168).</p>
<p align="justify">Satu hal yang dibenci kadang mendatangkan kesenangan, satu hal yang disukai kadang mendatangkan kesusahan. Janganlah merasa aman dengan kesenangan, karena bisa saja ia menimbulkan kemudharatan. Janganlah merasa putus asa karena kesulitan, karena bisa jadi akan mendatangkan kesenangan. Allah berfirman, artinya : &#8220;Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.&#8221; (Al-Baqarah : 216).</p>
<p align="justify">Segala cobaan itu ada batasnya di sisi Allah. Jangan mengucapkan kata-kata makian, karena satu kata yang mengalir dari lidah, dapat membinasakan seseorang. Seorang mukmin yang kuat akan tegar menghadapi beban berat. Hatinya tidak akan berubah dan lisannya tidak akan mengutuk. Redamlah musibah itu dengan mengingat janji pahala dan kemudahan dari Allah, sehingga cobaan itu berlalu tanpa kita mengutukinya.</p>
<p align="justify">Weww&#8230; panjang.. nya ampe bercerita dan menyampaikan beberapa ayat.. ^_^ , kalo positifnya ya seperti itu, negatifnya kadang ya cukup nyesek [manusiawi laah...] , tapi memang begitu kondisinya, bisa dibilang bodoh juga sampai bisa kehilangan sesuatu dua kali, di lokasi yang sama, di waktu yang hampir bersamaan, hm™.. harinya beda nich..</p>
<p align="justify">Kaget,<del datetime="2009-11-13T00:03:18+00:00"><em> ngelu ndasku</em></del> sampai &#8211; sampai temen ku juga ikutan pusing memikirkan nya, dan heran akan keadaan yang terjadi. Yaa.. mungkin emang gak bakat ataupun juga salah pilih merk. hehehe</p>
<p align="justify">Semoga banyak diberikan hal yang lain yang lebih nikmat, tetep dalam jiwa &#8211; jiwa yang tenang dan selalu bersabar dan Semoga abis ini naik kelas&#8230;&#8230; Amin..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.choirisetyawan.com/2009/11/13/semoga-abis-ini-naik-kelas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memang harus direlakan</title>
		<link>http://blog.choirisetyawan.com/2009/11/02/memang-harus-direlakan/</link>
		<comments>http://blog.choirisetyawan.com/2009/11/02/memang-harus-direlakan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 05:45:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Choiri Setyawan™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata]]></category>
		<category><![CDATA[PAgi]]></category>
		<category><![CDATA[Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[good bye]]></category>
		<category><![CDATA[indah]]></category>
		<category><![CDATA[jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[rela]]></category>
		<category><![CDATA[tenang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.choirisetyawan.com/?p=951</guid>
		<description><![CDATA[Banyak hal dan kondisi yang membuat kita harus mempunyai ketenangan jiwa dan hati yang lapang. Tentunya dengan segala pertimbangan dan segala kerendahan hati. Semuanya pasti ada hikmah dan pelajaran untuk bisa dikaji kembali dan berintrospeksi.
Hm&#8482; &#8230;. walaupun sebenarnya sangatlah sulit untuk bisa direlakan, namun itulah yang harus dilakukan. Dan membiarkan semuanya menjadi indah pada akhirnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Banyak hal dan kondisi yang membuat kita harus mempunyai ketenangan jiwa dan hati yang lapang. Tentunya dengan segala pertimbangan dan segala kerendahan hati. Semuanya pasti ada hikmah dan pelajaran untuk bisa dikaji kembali dan berintrospeksi.</p>
<p align="justify"><a href="http://blog.choirisetyawan.com/diriku/">Hm&trade;</a> &#8230;. walaupun sebenarnya sangatlah sulit untuk bisa direlakan, namun itulah yang harus dilakukan. Dan membiarkan semuanya menjadi indah pada akhirnya tak memberikan sesuatu yang mengganjal di hati, menjadikan penyakit yang menahun.</p>
<p><span id="more-951"></span></p>
<p align="justify"><a href="http://blog.choirisetyawan.com/2009/03/03/tak-ada-yang-abadi/">Ya memang harus direlakan sob</a>&#8230; harus dijadikan satu kondisi yang semakin menguatkan dan mejadikan ketegaran pada diri ini. Pada satu jiwa yang pernah tenang dan pernah merasa indah. Say Good Bye..</p>
<p align="justify">Mengutip lirik nya samsons&#8230;.</p>
<blockquote><p align="justify">
Maafkan aku<br />
Yang tak sempurna tuk dirimu<br />
Usailah sudah kisah yang tak sempurna<br />
Untuk kita kenang</p>
<p>Andai aku dapat merelakan<br />
Setiap kepingan<br />
Ukiran kenangan indah</p>
<p>Andai aku sanggup menjalani<br />
Setiap detik<br />
Dan waktu mendatang
</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.choirisetyawan.com/2009/11/02/memang-harus-direlakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Larut di dalam sepi &#8211; - &#8211; rasio &#124; perasaan</title>
		<link>http://blog.choirisetyawan.com/2009/10/10/larut-di-dalam-sepi-antara-rasio-vs-perasaan/</link>
		<comments>http://blog.choirisetyawan.com/2009/10/10/larut-di-dalam-sepi-antara-rasio-vs-perasaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 12:35:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Choiri Setyawan™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Malam]]></category>
		<category><![CDATA[Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[sEnyUm]]></category>
		<category><![CDATA[anugrah]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[keputusan]]></category>
		<category><![CDATA[kesedihan]]></category>
		<category><![CDATA[ketenangan]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[rasio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.choirisetyawan.com/?p=912</guid>
		<description><![CDATA[Susah yach mencerna hati? Membuat satu keputusan antara kebimbangan dan keegoisan. Banyak orang salah dalam mengartikan sebuah permasalahan, banyak orang pun tak bisa menjadi pembuat keputusan yang harusnya memang dicoba untuk didiskusikan.
&#8220;Kuncinya ada di hati&#8221; &#8220;Jawablah dengan hatimu&#8221;  , tak semua hal mampu untuk dijawab dengan kata hati , tanpa rasio kadang keputusan itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Susah yach mencerna hati? Membuat satu keputusan antara kebimbangan dan keegoisan. Banyak orang salah dalam mengartikan sebuah permasalahan, banyak orang pun tak bisa menjadi pembuat keputusan yang harusnya memang dicoba untuk didiskusikan.</p>
<p align="justify">&#8220;Kuncinya ada di hati&#8221; &#8220;Jawablah dengan hatimu&#8221;  , tak semua hal mampu untuk dijawab dengan kata hati , tanpa rasio kadang keputusan itu malah jadi menyakitkan, tak sesuai dengan yang diharapkan, dan tak bisa untuk menjadi satu dasar pertanggungjawaban.</p>
<p align="justify">Rasio vs Perasaan harusnya berimbang untuk memberikan kita ketenangan dan keleluasaan dalam mengambil sebuah keputusan. Hal ini sangatlah penting dan harusnya menjadi pertimbangan dari setiap orang. Yang terjadi adalah mereka memutuskan diri dengan tanpa melihat rasio yang ada, tanpa memperhatikan perasaan yang terlibatkan.</p>
<p><span id="more-912"></span></p>
<p align="justify">Dilema katanya jika keputusan itu menjadi bumerang bagi diri sendiri, tak baik juga untuk mereka yang ternyata merupakan orang &#8211; orang yang terdzolimi atas keputusan yang kita ambil. Larut dalam kesepian yang semakin mendalam, menjadi terpuruk dalam kesedihan.</p>
<p align="justify">Cukupkanlah bermacam pertimbangan dalam mengambil keputusan. Sampaikanlah dengan lebih bijaksana bukan hanya menyampaikan dengan hati. Tatkala hati ini tak kuasa untuk memberikan sebuah keputusan yang bijak, maka dibutuhkan satu introspeksi diri dan memperhatikan realita yang ada.</p>
<p align="justify">Semua hal itu wajib untuk dipertimbangkan, namun kadar dan prosentase untuk mempertimbangkan itu yang kita jadikan sebagai skala. Ada yang memang hanya butuh pertimbangan kecil, ada yang sangat butuh pertimbangan dan diperhitungkan ini itunya untuk diputuskan.</p>
<p align="justify">Semoga bisa menjadikan anugrah Tuhan ini [Rasio + Perasaan] jadi satu keunggulan kita dalam mencerna masalah dan menyelesaikannya, serta membuat keputusan yang cerdas dan cemerlang.</p>
<p align="justify">SmiLe</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.choirisetyawan.com/2009/10/10/larut-di-dalam-sepi-antara-rasio-vs-perasaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dapet sentilan nich&#8230;.</title>
		<link>http://blog.choirisetyawan.com/2009/06/20/dapet-sentilan-nich/</link>
		<comments>http://blog.choirisetyawan.com/2009/06/20/dapet-sentilan-nich/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 08:02:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Choiri Setyawan™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata]]></category>
		<category><![CDATA[Malam]]></category>
		<category><![CDATA[Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[biru]]></category>
		<category><![CDATA[ilang]]></category>
		<category><![CDATA[jupiter]]></category>
		<category><![CDATA[maling]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.choirisetyawan.com/?p=849</guid>
		<description><![CDATA[Gusti &#8230;. Nyuwun ngapunten.. Astaqfirullohal&#8217;adziim..Innalillahi wainna ilaihi Rojiun.. 
Hm.. sentilan nich,, sedikit cobaan buat ku. Beh,, masih belum berasa mak whuzz nya udah whuzz duluan di bawa orang.. weleh &#8211; weleh.. Emang sich, semuanya sudah menjadi satu wacana dan harus dipersiapkan bagi semua orang, bahwa punya sesuatu, harus siap untuk kehilangan sesuatu.
Yaa.. bukan berarti semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong>Gusti &#8230;. Nyuwun ngapunten.. Astaqfirullohal&#8217;adziim..Innalillahi wainna ilaihi Rojiun.. </strong></p>
<p align="justify">Hm.. sentilan nich,, sedikit cobaan buat ku. Beh,, masih belum berasa mak whuzz nya udah whuzz duluan di bawa orang.. weleh &#8211; weleh.. Emang sich, semuanya sudah menjadi satu wacana dan harus dipersiapkan bagi semua orang, bahwa punya sesuatu, harus siap untuk kehilangan sesuatu.</p>
<p align="justify">Yaa.. bukan berarti semua orang itu selalu akan diberi satu masa / satu waktu untuk kehilangan sesuatunya lhoh.. kata &#8211; kata itu adalah sebuah perumpamaan yang terbesit di benakku. Tentunya semua orang itu sudah ditentukan, kapan punya sesuatu, kapan akan dipinta kembali sesuatunya itu, dan kapan juga akan kehilangan sesuatu itu.</p>
<p><span id="more-849"></span></p>
<p align="justify">Hehehe.. agak sedikit ruwet yach kata &#8211; katanya&#8230; , baru sebulan [belum genap sich] <del datetime="2009-06-20T08:14:12+00:00">Si Biru ku [Jupiter MX]</del> menemani jalan &#8211; jalanku di padatnya kota Jakarta. Memberikan beberapa inspirasi baru untuk bisa kemana &#8211; mana dengannya, dan tentunya memang untuk rencana &#8211; rencana terkait lainnya.</p>
<p align="justify">Yaa. memang belum rezeqi kali yach.. atau belum waktunya bawa motor sendiri di Jakarta ini, jadinya hanya lewat sebentar saja di pelukanku [weleh... lebay abis dech].. hihihi.. terbangun tadi pagi 20 Juni 2009 &#8211; 05.00 [kurang lebih] si Biru sudah lenyap di depan pintu rumah [rumahnya pak kos], padahal secara fisik dan insyaAlloh non fisik sudah terkunci dengan &#8220;AMAN&#8221; . Itupun gak nyadar kalo raib.. weleh &#8211; weleh.. </p>
<p align="justify">Padahal belum foto2 nich.. hehe, narsis dech.. , dan belum bisa di upload di sini gambar nya, nyari di <a href="http://google.co.id" target="_blank">Mbah Google</a> juga gak ada gambar yang persis, ada sich, yang iklan terbarunya itu lo.. poster si komeng bareng si Rossie. Hehe..</p>
<p align="justify">Ya , mudah2an segera dapet gantinya yang lebih baik&#8230; thanks to Pak Polisi, Thanks to Pak Tetangga, Thanks to temen2 kos..Matur suwun.. </p>
<p align="justify">
<p align="justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.choirisetyawan.com/2009/06/20/dapet-sentilan-nich/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

