Choiri Setyawan™ |
27. Dec, 2009 |
Articles
Alhamdulillah.. syukur atas segala nikmat yang telah Engkau berikan pada hamba yang dhoif ini.. Semoga senantiasa menjadikan ku masuk dalam golongan orang – orang yang pandai bersyukur.
Senyuman yang merekah, menandakan adanya kebahagiaan yang mampir dan memberikan kesempatan pada ku untuk aku sapa dan aku rasakan kebahagiaan itu. Walaupun tak bisa untuk langsung mengetahui macam kebahagiaan apa yang mampir itu, namun rasa syukur memang harus diungkapkan dan disanjungkan.
(more…)
Tags:alhamdulillah, kekuasaan, memuji, syukur
Choiri Setyawan™ |
12. Dec, 2009 |
Articles
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Seharian … menikmati lagu – lagu akustikan dengan earphone pinjeman .. hehe, biasanya sich pake langsung speaker aktip ku, tapi masih tertinggal di kos yang lama, jadi minjem aja nich earphone nya boss sebelah..
Lagu akustikan memang lain , soulnya, sense nya, duuh,,, memang rasanya beda sob.. dan serasa jiwa ini mengikuti alunan musik nya, dentingan gitar dan piano yang dimainkan oleh pemusiknya.
Ada juga live akustik yang sungguh gokil juga suaranya, mantebz abizzz… ya namanya juga artis, pemusik dan sudah berpengalaman, suaranya enak, musiknya juga maknyozz.. hehe
(more…)
Tags:asyik, mantabz, menghayati, Sejuk
Choiri Setyawan™ |
04. Dec, 2009 |
Articles
Sudah lama berencana dan selalu gagal dalam eksekusinya, kalo gak cocok ya pas lagi gak ada budget buat eksekusinya. Namun selepas si macan raib, aku putuskan untuk pindah lokasi tempat tinggal [kos] harus dan wajib ‘ain. Si biru yang sampai saat ini tak tahu rimbanya disusul sang macan item yang genap 4 bulan aku pelihara.
Alhamdulillah, sekarang sudah bisa pindah..Ada hal baru yang saat ini menjadi rutinitas. Dengan lokasi tempat tinggal yang lumayan berjarak dari kantor, mengharuskanku untuk ngompreng alias naik angkot [metromini] tiap harinya. Mandi pagipun jadi lebih awal dari biasanya, sehingga berangkatpun menjadi lebih awal, tentunya sampai di kantor Alhamdulillah, lebih awal juga.. hehe [linier].
(more…)
Tags:angkutan, biru, jalan, macan, metromini
Choiri Setyawan™ |
27. Oct, 2009 |
Articles
Hari ini merupakan hari blogger nasional. Sejak dicetuskan 2007 silam oleh pak Nuh, mantan dosen dan rektorku.. hehe, yang juga mantan menkominfo ku.. hehehe. Eh, ada lagi, mantan orang yang ngasih pengarahan pas waktu keberangkatan ke Aceh – pasca tsunami dulu.
Dua Tujuh, [kalo dijumlah jadi kiyu dunkz.. hahaha] berjumlah sembilan, tak buruk dan tak sempurna. Kalo orang bilang sempurna itu kan sepuluh, nah kalau ini adalah sembilan yang mendekati sempurna. Hihihi, jadi berfilsafat dengan angka dech.
Tanpa mengurangi makna angka, setidaknya Indonesia mengakui dan memberikan satu perhatian khusus atas hasil karya manusia indonesia yang mengekspresikan sesuatu dalam tulisan, gambar , dan atau hal lain yang bisa di suguhkan di dalam situs sebagai pencitraan seorang manusia (blog).
(more…)
Tags:blogger, hari blogger, hari nasional, nasional, nuh, peringatan
Choiri Setyawan™ |
03. Oct, 2009 |
Articles
Sepertinya memang sudah berbeda dari yang sebelumnya. Itu yang terasa dalam beberapa waktu terakhir ini, beberapa bulan terakhir ini. Kebiasaan dan kegiatan – kegiatan yang dilakukan pun sekarang sudah tak seperti kebiasaan – kebiasaan sebelumnya.
Wajar sich memang kalau sudah berkumpul dengan komunitas yang berbeda, biasanya juga sedikit terkontaminasi dengan kegiatan – kegiatan / kebiasaan – kebiasaan yang lain. Mulai dari makan, berbicara , atau bahkan kebiasaan dalam memilih teman.
(more…)
Tags:beda, diri sendiri, filter, suasana, wawasan
Choiri Setyawan™ |
22. Sep, 2009 |
Articles
Niat hati sudah tak pulang, kuat nian untuk tak menuju kampung halaman merayakan lebaran bersama keluarga ‘tercinta’ … sudah dilakukan rencana – rencana yang cukup matang yang kiranya bisa menemani saat aku bersuka lebaran di ibukota.
MEnjadi sedikit berdebar dan trenyuh atas informasi dan berita yang diterima, segala sesuatu yang menjadi urusan hati dan pertimbangan fikir. Aku menjadi lebih luluh dengan situasi yang ada saat ini.
Demi cinta aku pulang.. aku menuju kampung halaman dengan iringan takbir yang berkumandang disela – sela suara gemuruh lokomotif Argo Lawu. Sungguh terasa hati ini semakin menjadi bimbang dan resah atas hal – hal terjadi, bimbang akan sebuah keputusan, resah atas sebuah pernyataan.
(more…)
Tags:cinta, demi cinta, kasih sayang, lebaran, mudik