Kata orang banyak, memulai sesuatu hal itu adalah sangat sulit, tapi tidak menjadikan kita sempit hati untuk terus berusaha memulai hal yang baik dari nol dan dari yang paling kecil.
Seperti kata peribahasa, sedikit demi sedikit , lama – lama menjadi bukit. Menjadi semakin menumpuk untuk tujuan yang lebih baik. NAmun bagaimana memulai hal yang yang sedikit itu dan terus – menerus? Setiap individu mempunyai trik dan cara yang berragam dan inovatif.
Memulai langkah baru yang lebih baik, menyempurnakan satu sisi dari tuntunan agama, memulai dari nol, dari sedikit, itu akan menjadi pertimbangan besar bagi sebagian orang tua di sebelah sana, di sebrang jalan yang terkadang membuat sebuah kebijakan yang tidak seiring dengan peribahasa itu.
Ada yang berpendapat memulai dari nol, dengan semangat dan penuh cinta, atau mempersiapkan segala sesuatunya dan sudah mempunyai perbekalan yang cukup untuk menjalankan misi kehidupan.
Sedikit demi sedikit kita semuanya berusaha untuk hal itu, untuk ke depan, untuk anak istri, untuk masa yang akan datang. Sedikit ilmu, sedikit harta, sedikit wawasan, tapi menjadi satu kelebihan bagi kita untuk terus berusaha menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
Membiasakan diri untuk bersiap, menjadikan diri untuk lebih berwacana kedepan, berorientasi untuk kehidupan yang mendatang, merupakan satu modal yang sangat indah dan suatu tindakan yang mengesankan bagi orang – orang yang tahu.
Bismillah.. dengan sedikit tentunya pasti akan menjadi banyak, namun dengan kondisi banyak, memang bisa kembali sedikit jika tidak bisa menjaga dan mempertahankannya.
Ada sedikit pasti ada banyak.. saling melengkapi untuk sebuah kebutuhan dan sebuah kepentingan. Semoga kita menjadi orang yang mampu menjaga hal – hal yang sedikit dan mempertahankan yang banyak untuk kemanfaatan umat.










sedikit demi sedikit, setidaknya proses itu sangat nikmat dijalani jika memang dikerjakan dengan ikhlas.
@hanifilham yapz.. prosesnya itu sungguh nikmat kawan…
intinya di prosesnya…..
manuasia hanya berusaha, dalam hal ini proses “sing ngecet lombok” yang menentukan
Untuk jadi bukit juga butuh kesabaran dan perjuangan
Semoga kita menjadi orang yang mampu menjaga hal – hal yang sedikit dan mempertahankan yang banyak untuk kemanfaatan umat.
———>>
Amiin…….
@Fathur Mantabz… betul3….
@Winarto penuh perjuangan dan optimisme..
@Liyem Amiin ya Robbal ‘alamiin
mas..sangat memotivasi.
kudu banyak merenung.
mas..sangat memotivasi.

kudu banyak merenung.
@mad yandi: yuuhuu…. kudu banyak merenung….
Memang benar, paling sulit itu pas mulainya. Contohnya saya paling lama mikir untuk ngarang kalimat pertama karangan di blog saya hehheehe
Salam bentoelisan
Mas Ben
@Mas Ben ya begitulah mas, namun dengan niat insyaAlloh bisa dan ada jalan..