Rasanya… seperti terbakar dalam dingin yang membekukan. Serasa meluap dan menyeruak ke dalam putaran topan , serta kobaran api yang menjilat – jilat. Hmhhh…. sejenak menghela nafas dan tertegun saja.., kalau kata salah satu temen di FB, ‘lagi ngemil bengong’.. hehe lucu juga dia.
Banyak yang terjadi, terlalu pedih untuk dirasakan, karena sepertinya semakin bodoh saja diriku ini. Semakin tak bisa menjadi orang yang berfikir dan memikirkan.. hehe, agak ruwet saja kata – kata nya, tak teratur dalam berucap. Tak sedap dalam bersuara, jengah dalam menahan asa.
Mencoba .. mencari… dan sepertinya telah menjadi begini. Telah membuat separuh jiwa yang beterbangan menjauh, menjauh dari keramaian.
Huff… bukan hendak mengeluh, atau meratap, namun peluh tak sempat terseka, dan tak lagi sempat menatap. Kesejukan semakin bersembunyi dalam keheningan malam. Semakin merayap dalam sekat – sekat yang tak berjarak, sesak dan sempit.
Kadang suka begini, kadang menjadi itu, kadang ingin begini, kadang bisa seperti itu, bisa tersenyum dan bisa menjadi kagum. Bisa menangis dan menjadi tragis. wew.. Memang sepertinya semakin bodoh saja diriku ini.
Tapi bukan , bukan meratap yang bisa dilakukan, bukan menangis yang membekas, namun selalu tersenyum untuk menjadi diri ini yang seutuhnya, menjadi aku dalam hidupku, menjadi ini untuk peroleh itu, dan seperti ini guna peroleh itu.
Tak perlu untuk dimengerti, tak perlu untuk diperhatikan….hanya sebuah kalimat yang tersusun tak rapi saja… [jiah.... makin ruwet sajah..]










*mengheningkan cipta.. mulai!*

iya mas, ruwet dan tidak teratur kata2nya, hehe, bingung..

hehe.. tapi terimakasih telah membaca walopun ruwet
Halo om ,, saya ngjak tukeran link nih ,, boleh nggak ,, :)
ok om putra.. udah aq tambahin di friend’s link ku yach..
baca paragraf pertama tulisanmu ini, aku langsung teringat pada beberapa ayat yang tadi siang kubaca, seingatku Al-Hajj 19-22. ^_^ semoga kita termasuk dalam golongan yang ada di tempat yang di bawahnya sungai mengalir dan diberkahi emas permata…. amin…
@ danik: bertanya,.. bingung…. akhire nyerah gak tau artine…

@ hasna: amiin..
sudah waktunya anda untuk berhenti sejenak, introspeksi diri, dan melihat ke dalam diri.
Melakukan evaluasi dengan sejenak merayakan keheningan. Mengurangi tawa. Dan (tentu saja) memperbanyak koreksi diri.
Salam kenal sebelumnya
;=)
wew.. nancep mas adie.. melihat ke dalam diri…

salam kenal juga