Susah yach mencerna hati? Membuat satu keputusan antara kebimbangan dan keegoisan. Banyak orang salah dalam mengartikan sebuah permasalahan, banyak orang pun tak bisa menjadi pembuat keputusan yang harusnya memang dicoba untuk didiskusikan.
“Kuncinya ada di hati” “Jawablah dengan hatimu” , tak semua hal mampu untuk dijawab dengan kata hati , tanpa rasio kadang keputusan itu malah jadi menyakitkan, tak sesuai dengan yang diharapkan, dan tak bisa untuk menjadi satu dasar pertanggungjawaban.
Rasio vs Perasaan harusnya berimbang untuk memberikan kita ketenangan dan keleluasaan dalam mengambil sebuah keputusan. Hal ini sangatlah penting dan harusnya menjadi pertimbangan dari setiap orang. Yang terjadi adalah mereka memutuskan diri dengan tanpa melihat rasio yang ada, tanpa memperhatikan perasaan yang terlibatkan.
Dilema katanya jika keputusan itu menjadi bumerang bagi diri sendiri, tak baik juga untuk mereka yang ternyata merupakan orang – orang yang terdzolimi atas keputusan yang kita ambil. Larut dalam kesepian yang semakin mendalam, menjadi terpuruk dalam kesedihan.
Cukupkanlah bermacam pertimbangan dalam mengambil keputusan. Sampaikanlah dengan lebih bijaksana bukan hanya menyampaikan dengan hati. Tatkala hati ini tak kuasa untuk memberikan sebuah keputusan yang bijak, maka dibutuhkan satu introspeksi diri dan memperhatikan realita yang ada.
Semua hal itu wajib untuk dipertimbangkan, namun kadar dan prosentase untuk mempertimbangkan itu yang kita jadikan sebagai skala. Ada yang memang hanya butuh pertimbangan kecil, ada yang sangat butuh pertimbangan dan diperhitungkan ini itunya untuk diputuskan.
Semoga bisa menjadikan anugrah Tuhan ini [Rasio + Perasaan] jadi satu keunggulan kita dalam mencerna masalah dan menyelesaikannya, serta membuat keputusan yang cerdas dan cemerlang.
SmiLe










berat ni tulisan,, harus dalam keadaan kenyang bacanya.
Hehe.. Peace Mas….
Semoga Rasio dan Perasaan masih tetap dalam batas “Waras” dalam menghadapi setiap permasalahan.
Salam SmiLe
Berat yach? berapa kilo?

tetap waras dunkz..
Dalam melakukan tindakan kita tidak harus terpaku pada rasio dan data,,, kadang perasaan dan intuisi diperlukan dalam pengambil keputusan,,,
dalam konteks ini.. intuisi tentunya masuk ke perasaan dunk bang.. hehe..

Saya banyak menggunakan intuisi ketimbang sata hik…hikzz..
dan anehnya intuisi itu sering benarnya …:)
Salam kenal Om
@Fris: Intuisi adalah feel, jika digabungkan dengan (rasio) tentunya akan semakin luar biasa…

salam kenal juga
i got it bro, thanks
