Niat hati sudah tak pulang, kuat nian untuk tak menuju kampung halaman merayakan lebaran bersama keluarga ‘tercinta’ … sudah dilakukan rencana – rencana yang cukup matang yang kiranya bisa menemani saat aku bersuka lebaran di ibukota.
MEnjadi sedikit berdebar dan trenyuh atas informasi dan berita yang diterima, segala sesuatu yang menjadi urusan hati dan pertimbangan fikir. Aku menjadi lebih luluh dengan situasi yang ada saat ini.
Demi cinta aku pulang.. aku menuju kampung halaman dengan iringan takbir yang berkumandang disela – sela suara gemuruh lokomotif Argo Lawu. Sungguh terasa hati ini semakin menjadi bimbang dan resah atas hal – hal terjadi, bimbang akan sebuah keputusan, resah atas sebuah pernyataan.
Jangan pernah menyerah , itu yang setidaknya aku lakukan untuk tetap bisa menatap matahari pagi di kampung halaman, di kota tercinta yang sebenarnya akupun sulit untuk bisa menjadi bagian dari kota itu, desa itu.. aahh.. cukup menjadikan ku pilu dan semakin tak kuasa dalam merasakannya.
Ibu, aku datang.. teman – teman aku mudik nich.. dengan sedikit keterpaksaan namun memang demi cinta aku pulang, demi cinta dan kasih mereka yang menantikan kehadiran ku. Orang – orang yang masih juga menjadikan ku tumpuan.
Mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan, kekhilafan….










Hemmm Selamat Idul Fitri mohon maaf lahir batin mas…
Kita memang tercipta dari buah cinta…seyogyanya memang semua dilandasi cinta…bener mas…
met idul fitri juga bang.. mohon maaf lahir batin
demi cinta ya…
yapz.. demi cinta dan..