Menikah menurut si WIKI adalah : upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud mensahkan suatu ikatan. Upacara pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi anatar bangsa, suku satu dan yang lain pada satu bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial. Penggunaan adat atau aturan tertentu kadang-kadang berkaitan dengan aturan atau hukum agama tertentu pula.
Pengesahan secara hukum suatu pernikahan biasanya terjadi pada saat dokumen tertulis yang mencatatkan pernikahan ditanda-tangani. Upacara pernikahan sendiri biasanya merupakan acara yang dilangsungkan untuk mmelakukan upacara berdasarkan adat-istiadat yang berlaku, dan kesempatan untuk merayakannya bersama teman dan keluarga. Wanita dan pria yang sedang melangsungkan pernikahan dinamakan pengantin, dan setelah upacaranya selesai kemudian mereka dinamakan suami dan istri.
Sedangkan dari sebuah pengertian Secara Syar’i dari sebuah kitab yang pernah saya baca:
Menikah itu ialah ikatan yang menjadikan halalnya bersenang-senang antara laki-laki dengan perempuan, dan tidak berlaku, dengan adanya ikatan tersebut, larangan-larangan syari’at.Lafadz yang semakna dengan “AzZuwaaj” adalah “An-Nikaah“; sebab nikah itu artinya saling bersatu dan saling masuk. Ada perbedaan pendapat di antara para ulama tentang maksud dari lafadz “An-Nikaah” yang sebenarnya. Apakah berarti “perkawinan” atau “jima’”.
Selanjutnya, ikatan pernikahan merupakan ikatan yang paling utama karena berkaitan dengan dzat manusia dan mengikat antara dua jiwa dengan ikatan cinta dan kasih sayang, dan karena ikatan tersebut merupakan sebab adanya keturunan dan terpeliharanya kemaluan dari perbuatan keji.
Serta pengertian lebih mendalam dari sisi bahasanya adalah :
Az-zawaaj adalah kata dalam bahasa arab yang menunjukan arti: bersatunya dua perkara, atau bersatunya ruh dan badan untuk kebangkitan. Sebagaimana firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya):“Dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh)” (Q.S At-Takwir : 7)
dan firman-Nya tentang nikmat bagi kaum mukminin di surga, yang artinya mereka disatukan dengan bidadari :
“Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik lagi bermata jeli (Q.SAth-Thuur : 20)
Karena perkawinan menunjukkan makna bergandengan, maka disebut juga “Al¬-Aqd, yakni bergandengan (bersatu)nya antara laki-laki dengan perempuan, yang selanjutnya diistilahkan dengan “zawaaja”
Namun ada banyak orang yang memang belum tahu akan hal itu, termasuk saya, selain dari pengertian, tentunya ada banyak hal yang mengiringi pengertian dan makna dari sebuah pernikahan, persiapan, hal – hal yang sebaiknya di lakukan, tidak dilakukan, dan yang berhubungan dengan hal – hal lain. Termasuk adat dan kebiasaan di lingkungan keluarga.
Hm…. dulu searching di Google memang tak mendapatkan apa yang dicari, coba menanyakan ke beberapa teman, ternyata mereka sudah siap dengan pernikahan, di comblangin dengan lainnya, kok aku gak sreg. Hm,.. Lha emang karepku piye to?. Sewaktu pulang ke kampuang disinggung sama Ibunda tercinta, “Lha piye le? ” Aku cuma mesem wae,… hehehe. Maunya sich yang sholehah, cantik, pinter, kaya.. lha terus emange aku sudah sholeh?? hm.. kalau pinter relatif sich, cakep ya Alhamdulillah, mensyukuri apa yang Dia beri, kaya? itu penting tapi gak urgent.
Sewaktu chat sama beberapa temen disarankan membuka lowongan, DICARI .. bla222… walah2.. lha kok lucu banget tak pikir2. tapi sempat juga kemarin ada yang kirim email pas aku posting Cari Calon Istri, sewaktu aku sampaikan tanggapan yang serius, dianya jadi mendelep.. hm,,, ya berarti bukan yang itu tuch. Rekomendasi senior – senior sich ya banyak, dia, dia, ini, itu, dan kayaknya kalau di pikir2 lagi, mungkin aku yo sing terlalu selectif atau belum siap? Hm… jawabnya ternyata belum siap saudara – saudara. Gak memungkiri kemungkinan – kemungkinan yang akan terjadi di belakang, namun bukan sebagai pematah semangat untuk segera melengkapi setengah dien juga. Ya.. berdoa dan berdoa, sambil terus memperbaiki diri.










waduh..nikah yak..emang benar mas kalo belum siap mo gimana lagi.. sekarang jalani aja dulu :-). Hati VS Otak memang harus bersatu. Hati = Wanita, Otak = Laki-laki.
suatu saat pasti akan datang salah satu rahasia dan keajaiban hidup tow bozz terus perbaiki diri insya ALLAH dapt yang baik pula…semangatt
™uɐʍɐʎʇәs !ɹ!oႡɔ -Yups.. thanks mas opo mbak iki? kayaknya sich mbak ya… hehe.
numpang comment aja..
pernah dapet tauziyah juga dari seseorang yang sangat berkesan di hatiku..
ORang yang bersunggug-sungguh untuk menggenapkan 1/2 dari din itu… hanyalah meniatkannya just ilallah bro..
bukan PD lagi, tapi PA (percaya Allah), dengan siapa, darimana dan dimana it’s ok aja kalo kitanya siap.
Allah aelalu sama dengan persangkaan hambaNya
Moga dimudahkan, kapan pun itu. Good luck yah.. ditunggu kabar gembiranya…
™uɐʍɐʎʇәs !ɹ!oႡɔ -matur tengkyu atas bagi2 tauziahnya
siap dan belum siap itu pilihan, dari sudut mana kita melihatnya…
™uɐʍɐʎʇәs !ɹ!oႡɔ -Yupz… tentunya sudut2 yang sudah diperhitungkan deviasinya… :)