Public Speaking… Apa Sich?

by Choiri Setyawan™ on 2 March 2009 · 3 comments

in Inspirasi, Kata, Sejuk, sEnyUm

Untuk beberapa alasan, ketika orang berpikir tentang public speaking, mereka membayangkan sebuah situasi di mana seseorang yang sangat terlatih sedang berbicara, menguasai forum, berbicara dengan dinamis dan menyampaikan berbagai hal yang berpotensi merubah hidup seseorang atau bahkan ribuan orang.

Dapatkah Anda membayangkan diri Anda sendiri dalam situasi seperti itu? Beberapa dari Anda mungkin berpikir, “Tentu! Saya sudah tidak sabar untuk itu. Itu sebabnya kini saya berdiri di sini, di depan semua orang.” Beberapa yang lain dari Anda mungkin berpikir, “Nggak deh. Sampe kiamat juga nggak. pokoknya Enggaaaaaak.”

Apapun reaksi Anda, Anda harus tahu bahwa memang hanya sedikit orang yang mau berhadapan dengan situasi di atas. Mengapa? Karena, selain untuk acara-acara yang khusus sifatnya, Anda emang merasa tidak membutuhkan model komunikasi yang demikian. Lantas, apa ini berarti bahwa Anda memang hanya punya sedikit kesempatan untuk berbicara di depan publik? Tidak.

Justru, faktanya Anda hampir selalu berbicara di depan publik. Mungkin Anda guru, mungkin Anda pejabat ketua RT, mungkin Anda di bagian marketing, mungkin Anda orang partai, atau mungkin Anda seorang demonstran. Hanya saja, Anda tidak menganggap semua itu sebagai public speaking.

Setiap kali Anda memberikan pengarahan, menjelaskan bagaimana harus mengerjakan sesuatu, menawarkan bantuan kepada orang lain, atau mendiskusikan pendapat dan pandangan Anda, Anda sebenarnya menggunakan elemen-elemen public speaking.

Anda adalah public speaker saat Anda mencoba meyakinkan tentang sesuatu kepada seorang teman, kawan sekelas, instruktur, teman kerja, atasan, bawahan, murid, anak, keponakan, istri, bahkan mertua. Anda adalah seorang public speaker saat Anda berbagi cerita dengan orang lain. Anda sedang mengimplementasikan keahlian public speaking saat Anda menawarkan ide ke tim kerja Anda atau saat Anda melaporkan situasi terakhir tentang suatu proyek.

Semua situasi di atas menuntut Anda menggunakan keahlian public speaking, yaitu mempraktekkan semua ini:

  • Mengorganisasikan ide-ide;
  • Menentukan konteks dan memperhitungkan audience;
  • Mengadaptasi pesan yang ingin disampaikan kepada dua hal di atas;
  • Memilih cara yang paling efektif untuk membagi jalan pikiran Anda kepada mereka;
  • Menyampaikan pesan Anda;
  • Dan kemudian menyimak reaksi mereka untuk mengetahui apakah mereka telah memahami Anda.

Anda harus terus berupaya untuk makin memahami betapa pentingnya keahlian public speaking untuk mengisi kehidupan pribadi, sosial, pendidikan, profesi, karir dan bisnis Anda.

Marilah belajar bersama memahami fenomena berbicara dan tentunya dengan segala kelebihan yang ada pada diri kita ..:)

— dari Milis Berbicara dan sedikit polesan —

{ 3 comments… read them below or add one }

1 Omiyan 2 March 2009 at 13:32

saya dulu PD untuk berbicara didepan umum, tapi karena jarang diasah juga kemampuan itu sekarang jadinya ya lebih memilih jadi pendengar aja padahal saya selalu yakin saya bisa yang ada di mimbar sana


Choiri - dan yakin Anda pasti bisa…. semangat!

2 Anton 2 March 2009 at 21:28

Setuju dengan anda, kita harus berlatih berbicara didepan orang banyak yang mendengarkan suara kita…itu modal dasar kalau kita ingin maju..meraih kesuksesan
Salam sukses


Choiri - Salam sukses juga mas Anton, dimulai dengan semangat dan percaya diri

3 Ka!Tok 4 May 2009 at 14:27

terkadang aku malah merasa terlalu mendominasi forum. sehingga membuat orang-orang diam saja ketika diriku berbicara. jadi serba salah, niate ngombori ben do ngomong malah do meneng kabeh. piye nek ngunu mas? :puyeng:


™uɐʍɐʎʇәs !ɹ!oႡɔ -nah ini .. berarti Anda belum menguasai forum, dan belum bisa membawa audience….

Leave a Comment

:hihi: :hiks: :melet: :nangis: :ngakak: :puyeng: :sip: more »

You can use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Previous post: Ngawi Banjir lagi…

Next post: Tak Ada Yang Abadi