Articles

Siang yang Panas – duri yang tajam – hm

Nikmatnya sebuah kesejukan yang ada dalam dunia ini jika kita bisa benar – benar menikmatinya.. Namun jika ada hal yang sedikit tak bisa dimaafkan, tentunya kita akan menuai sebuah hal yang pahit.

Pahit dan panas, seperti halnya siang ini yang sungguh terasa panas, sayang tak bisa digambarkan dengan ukuran yang jelas, tapi termometer kulitku masih normal dan bisa merasakan hal ini layaknya orang normal. Kalau digambarkan , pahitnya bisa juga seperti gelanggang UGM yang rusak parah akibat puting beliung sore kemarin hingga pagi ini.

Apakah kurang bersabar? Tentunya itu sebagai hal yang harus dipertimbangkan dan akan menjadi sebuah pemikiran yang lebih. Tidak bisakah berfikir dengan jernih jika hati sudah galau? Mulai dari hal kecil yang tidak bisa dimaafkan, lalu timbul hal besar yang cenderung memicu keinginan, akhirnya seperti gunung yang lama tak bernafas…mengeluarkan nafasnya dengan seluruh kegeramannya. Sadis..

Kemarahan itu seperti api, kegalauan itu seperti asap dan kabut, kengerian itu seperti malam pekat yang tak bercahaya. Kalau kebencian itu seperti apa? Kalau aku gambarkan seperti sebuah duri yang menusuk diri sendiri, sakit dan akan semakin menyakitkan jika semakin benci.

Hm,,, belum bisa digambarkan untuk yang satu ini, xxxxxx.. tak bisa juga diceritakan…. hhh….. butuh banyak waktu dan fikiran yang lebih jernih untuk bisa membahasakan dengan lebih enak..

Read full story →

2 Comments Write a comment ↓

  1. haSna- ^_^
    08. Nov, 2008 at 21:11 #

    Hai, pa kabar? Nyapa doank dulu, gak sempet baca… hehehe…. Aku masih di Kabupaten Pidie nih choy… asyik… ^_^

  2. achoy
    09. Nov, 2008 at 12:30 #

    hm… kabar nya kurang bagus has… tertusuk duri… lumayan perih dan sakit..

  • Archive
  • Gallery
  • Quotes
  • Videos
  • Music
  • Links