Articles

Perjalanan Mencari Cinta #4

Ngawi – Selondo

Perjalanan naik motor di tengah teriknya matahari Ngawi, menuju Buper Selondo. 1 Jam perjalanan dengan rata – rata kecepatan 70 Km/Jam. Tapi karena memang ada momen – momen yang bersamaan di hari itu, kita sempatkan untuk mampir ke pesta pernikahan salah satu kakak kelasku smp, di desa tambakromo, Ngawi. Bang Kunkun yang merit sama mbah diut (diah utari, 16 Agt 2008). Kebetulan juga ada danang kombet bersama sang istri yang turut dalam perjalanan ini (hm…istrinya danang cantik loch). Subhanalloh, keberkahan dalam pertemuan mereka. Danang yang alim, walaupun kadang yo “ibas – ibis” dapet seorang mutiara dari kota Bojonegoro, Niken namanya. Hm….keren nang..salut dech!

Sesampai di rumah Kunnang Heru Kuncahyo (nama aseli bang kunkun), eh salah yach…rumahnya sang istri, mbak diah utari, ternyata acara pesta pernikahannya udah kelar, ya jadinya tinggal sisa – sisa aja dech. Hehe..kita itu datang ke lokasi ber-11 satu cewek (istrinya danang) semuanya naik motor. Ada yang bawa kelinci, ada yang bawa tenda, tikar, gitar, tas besar…namanya juga mau camping…jadi lucu banget gitu, datang ke acara kawinan, tapi dengan kondisi yang kaya gitu. Dasar pramuka, yach niatan kita kn baik, silaturrohmi di acara pernikahan saudara.

Hm..kebiasaan banget kalau anak pramuka ada makanan langsung serbu aja..yach emang di pesta kawinan tentunya banyak makanan. Semua di suguhkan, ada tape ketan, ada buah, ada makanan kecil lainnya. Satu komando! serbuuu….tapi yang gak kalah lucunya tentu makanan ini harus dibungkus …hehee..gak banyak basa basi, langsung aja minta plastik ke tuan rumahnya, hehehe “gak nduwe isin blasz”. Dua kantung plastik dengan isi makanan yang disajikan dibawa menuju lokasi perkemahan.

Welcome to Buper Selondo..ada perkemahan besar disana, perkemahannya anak SMA 5 Madiun. di lokasi perkemahan level satu dan level dua. Sedangkan kita mengambil di level 3 nya, lebih tinggi posisinya daripada mereka. Karena memang kita camping, yach semua perlengkapan di kondisikan disana, tancap tenda, bikin perapian, buat posisi uenak untuk bercengkrama, dan kita ada acara panggan kelinci juga…

Sungguh cinta itu sangat nampak dan memberikan kita yang datang semakin erat….sungguh menyenangkan. Ini adalah benar – benar cinta yang sebenarnya yang kami rindukan, yang dari dulu sudah kita jalin di sma, kampoengsmuda. Kita sudah membuat satu jalinan hebat dan sungguh luar biasa di dalam kampoengsmuda ini. Tautan kasih yang memberikan kita keterbukaan dan saling memahami walau hanya terhubung dengan media selular maupun surat elektronik. Tapi inilah cinta kita, untuk selalu menjadikan wujud kesetiaan kita seperti pranacitra – roromendut yang terus akan menjalin kasihnya. I love You Guy’s…

Tradisi sate kelinci, panggang kelinci, sudah kita lakukan dari generasi ke generasi, di buper smada (sanggar tercinta), di buper lain, selondo, dan semua tempat yang penuh kenangan tapak – tapak warga kampoengsmuda, memberikan kita semangat slalu menjadi bagian dari komunitas ini, tentunya untuk kebanggan dan kemajuan Ngawi, Indonesia secara umumnya. Kebersamaan di malam yang cukup dingin di Selondo, iringan gemericik air di sungai di sebelah tenda kami, rembulan di balik pepohonan menjadikan suasana semakin hangat. Obrolanpun semakin memberikan kita inspirasi dan guyonan yang renyah mengingatkan betapa kita sangat dekat di sini.

Kampoengsmuda Fun Camp

Kampoengsmuda Fun Camp

The Real of Love….Kampoengsmuda Ngawi

Read full story →

No comments yet.

  • Archive
  • Gallery
  • Quotes
  • Videos
  • Music
  • Links