Choiri Setyawan™ |
29. Aug, 2008 |
Articles
Darimana sebenarnya asal kata ini? Apa yang ada dalam pikiran kita bila ada kata ini? Sepertinya setiap moment itu ada hal – hal yang dapat diwakili dengan sebuah kata. Termasuk kata satu ini , yang merupakan sebuah kata yang mewakili kejadian – kejadian yang ada beberapa waktu kemarin. Apa tuch?
Kata temenku, kegilaan itu adalah sebuah rasa, kata kamus kegilaan itu berarti tindakan gila, kalau kataku kegilaan itu adalah sebuah hal yang selalu memberikan inspirasi maupun motivasi. Kegilaan menurutku merupakan watu fase yang memberikan kita peluang untuk menciptakan sesuatu (kondisi maupun situasi) yang di luar batas kemampuan ataupun diluar logika. Bisa jadi ini adalah sebuah hal yang berhubungan dengan cinta, pekerjaan, organisasi, atau semua hal.
Pernah mendengar kegilaan sebelumnya? Kebanyakan sich konotasinya negatif, namun tak jarang juga kata ini mewakili sebuah hal yang memang benar – benar luar biasa, “Luar dari biasanya.” Pernah melakukan sebuah kegilaan? atau sedang melakukan kegilaan? Kegilaan macam apa yang mengasyikkan dan mempunyai daya stimulus yang tinggi? Memberikan kita kebebasan dan selalu ceria? Kegilaan yang seperti itu yang seharusnya diciptakan, dijalankan, dan “dibudayakan” (masih dipertanyakan!).
Choiri Setyawan™ |
25. Aug, 2008 |
Articles
Jogja – Asyik..
Melepas segala sesuatu yang penat adalah merupakan salah satu alternatif menghilangkan stress. Selagi ada kesempatan, kenapa tidak? Walapaun modal nekat dan tidak banyak memiliki kesempatan atau waktu yang mepet aku beranjak ke Yogyakarta. Kota dengan berbagai suasanya yang asyik. Suasana hang out dan ngobras sambil menikmati malam yang tak ada habisnya.
Berniat pergi ke kota wisata ini bareng dengan febrian dan cici (anak ugm), tapi kebetulan mungkin tidak berjodoh untuk bisa bareng dengan dua sejoli yang sedang di madu kasih ini. Yach secara situasi mungkin akunya gak sopan kalau bareng dengan mereka berdua. Berangkatlah diriku dengan pakaian yang cukup lusuh (celana 1 minggu + baju kucel) Sumber Kencono Express mengantarku ke Giwangan. Istirahat di sebuah mushola dekat terminal dan harus merelakan sepatu satu – satunya milikku yang kalau bahasa anak mudanya sepatu yang cukup gaul lah. Di tinggal sholat subuh, eh sepatu dengan kaos kaki yang udah bau raib entah kemana, alhasil akupun telanjang kaki saat dijemput oleh Fuad Galuh P (mahasiswa lama fakultas geografi UGM) yang juga selalu aktif ikut pramuka dimanapun dia berada.
(more…)
Choiri Setyawan™ |
25. Aug, 2008 |
Articles
Ngawi dengan Kegilaan
Salah satu hal yang aku suka di Ngawi adalah penuh dengan kegilaan. Hm..kalau boleh dibilang sebenarnya memang sungguh gak sopan, hehe..tapi itulah yang sudah terjadi di sini. Sudah lama gak ketemu dengan adik – adik, lama tak ngobrol, maupun jalan bareng. Ini saatnya menciptakan sebuah kegilaan baru bagiku dan dirinya. Sebut saja ini merupakan sebuah refreshing untuk memberikan berbagai inspirasi dan kejutan.
Apa sich? Mulai dari ngobrol dengan adik kelas ini di rumahnya sebelum Pawai Pembangunan di Ngawi di gelar tanggal 18 Agustus 2008, hingga malam harinya menikmati “Ombak Banyu” dan konser LA Light di lapangan Basket Alun – alun Ngawi. Seru dan cukup gila juga cewek yang sekarang masih kulaih di Unair ini. Orangnya tambah aneh lo, tambah hm…piye ngunu… Novita namanya, ada yang kenal kan? Pastinya banyak yang kenal lah..dari sewaktu di Smuda dulu sudah memegang peranan penting di TAMA Smuda, redaktur Buletin TAMA. Suka banget bikin tulisan, bikin puisi, bikin artikel. Hehe…tapi aku jarang baca artikelmu Nov…
(more…)
Choiri Setyawan™ |
25. Aug, 2008 |
Articles
Ngawi – Kafe Kampoengsmuda
Selepas menikmati keindahan alam selondo dan keindahan kebersamaan bersama teman – teman tercinta, Alun – alun Ngawi, tujuan utama perjalanan kali ini. Dengan segenap rasa ingin tahu kondisi situasi Ngawi saat ini, terutama alun – alunnya, ada apa sich kalau di Agustusan gini, masih sama gak yach dengan beberapa tahun yang lalu?
Tak kalah ramai dengan kota lain, Ngawi menyuguhkan pasar malam agustusan (kalau di kota lain mungkin semacam bazaar). Banyak hal , barang, permainan, dan berbagai hiburan kita temui di Alun – alun Ngawi ini. Kebetulan memang Ngawi adalah salah satu kota yang konsumtif untuk masalah hiburan, orang – orang udiknya sangat haus akan hiburan, haus akan seuatu yang heboh, dari sisi pemudanya juga suka hingar bingar malam yang diliputi dengan gemerlap lampu dan musik – musik. Itulah Ngawiku, yang semakin hari semakin ramai dengan segala aspek nya.
(more…)
Choiri Setyawan™ |
25. Aug, 2008 |
Articles
Ngawi – Selondo
Perjalanan naik motor di tengah teriknya matahari Ngawi, menuju Buper Selondo. 1 Jam perjalanan dengan rata – rata kecepatan 70 Km/Jam. Tapi karena memang ada momen – momen yang bersamaan di hari itu, kita sempatkan untuk mampir ke pesta pernikahan salah satu kakak kelasku smp, di desa tambakromo, Ngawi. Bang Kunkun yang merit sama mbah diut (diah utari, 16 Agt 2008). Kebetulan juga ada danang kombet bersama sang istri yang turut dalam perjalanan ini (hm…istrinya danang cantik loch). Subhanalloh, keberkahan dalam pertemuan mereka. Danang yang alim, walaupun kadang yo “ibas – ibis” dapet seorang mutiara dari kota Bojonegoro, Niken namanya. Hm….keren nang..salut dech!
Sesampai di rumah Kunnang Heru Kuncahyo (nama aseli bang kunkun), eh salah yach…rumahnya sang istri, mbak diah utari, ternyata acara pesta pernikahannya udah kelar, ya jadinya tinggal sisa – sisa aja dech. Hehe..kita itu datang ke lokasi ber-11 satu cewek (istrinya danang) semuanya naik motor. Ada yang bawa kelinci, ada yang bawa tenda, tikar, gitar, tas besar…namanya juga mau camping…jadi lucu banget gitu, datang ke acara kawinan, tapi dengan kondisi yang kaya gitu. Dasar pramuka, yach niatan kita kn baik, silaturrohmi di acara pernikahan saudara.
(more…)
Choiri Setyawan™ |
25. Aug, 2008 |
Articles
Banjarmasin – SBY – Ngawi
Lion Air penerbangan terpagi mengantarku menuju Surabaya, 16 Agustus 2008. Jam 04.30 , Nana mengantarku menuju Bandara untuk check in dan membawakan sedikit oleh – oleh yang dibelinya kemarin di Martapura. Katanya sich namanya Amplang, makanan khas dari ikan tengiri sama satu lagi ikan salxxx aku lupa namanya, tapi kalau diperhatikan, seperti ikan “wader” kalau di jawa.
Jam 07.05 pesawat boarding, aneh juga naik pesawat kali ini, rasanya gimana gitu…gak seperti biasanya. Ada persaan yang gak ngeh dengan terbangnya sang burung besi ini. Hm,,.mungkin karena pakainya pesawat yang kurang begitu bagus kali yach? Cuaca juga kebetulan tidak bagus pagi itu, namun alhamdulillah, tiba dengan selamat di Juanda jam 07.20 WIB. Sampai juga aku di Surabaya setelah hampir 1 tahun gak kesini…tak banyak waktu yang aku punya karena harus segera meluncur ke Buper Selondo, Ngawi, Jawa Timur. Tancap gas dibantu oleh Sopir bis damri juanda ke bungur asih , dilanjutkan dengan PATAS EKA Surabaya – Jogja.
(more…)