Haha akhirnya kembali juga ke Surabaya..yach beginilah kalau sudah menjadi sebuah hal yang membuat gundah, di tinggalpun rasanya berat, walaupun sudah 10 bulan tetap saja rasanya memang harus kembali, entah dia mau menerimaku lagi atau tidak, prinsipnya yang KUAT menjadikanku seorang yang hanya bisa merenungi nasib saja..semoga dia bisa menjadi seseorang yang lebih baik..dan lebih baik lagi.
Haha, bertanya – tanya yach siapa dia..? hehe rahasia dunk…
Dia itu orang yang suka makan, suka tidur, suka nelfon, suka baca, suka nulis juga, suka pergi-pergi, suka organisasi dan suka yang disukai.
Malam kemarin aku datang, jam setengah delapan malam aku harus naik bis damri dari bandara ke Bungurasih, penuh lagi..welah…bayar 10 ribuan tapi ngadek, kampret…gitu juga masih nyari penumpang, dasar rakuz. Sampai di Bungurasih masih mau pilih2 mau naik apa, sampai harus jalan dulu keluar terminal untuk menghindari kejaran taksi, yang walaupun akhirnya aku juga memutuskan untuk naik sedan itu. Hehee rodo’ ngguaya, naik taksi, soale aku ngantuk banget, waktu di pesawat aja terlelap, tiba- tiba sudah nyampe Juanda, weleh2 emang kondisi lagi lelah, capek habis ngangkatin barang – barangku yang mau dipaketin ke Surabaya, 40 kg + 2 barang elektrik, maunya sich dikirim lewat TIKI atau yang sejenisnya, tapi ternyata mahal, 29 ribu per kg, welah…yach, nyari yang hemat tapi tetep bisa nyampe.
Oh iya, sedan yach…(red:taksi) tidur lagi jack..walah2..untungnya udah bilang, “ITS pak” jadi sang sopir langsung melaju ke kampus perjuangan yang penuh dengan ini – itu.
“Mau lewat mana pak?”, samar – samar di antara sadar dan tidak, aku jawab, “arif rahman hakim pak”
Sesampainya di Hangtuah aku sms temenku,” aku nginep di kosmu yach.” Untung dia baik, atau kasihan yach, hehe tapi emang dia orange baik kok, dulu waktu masih kuliah bareng aku sering minjem motornya buat ke sana – sana. Hehe…Kalau gak baik dia juga gak akan jemput aku di gang 1 Keputih ( kosnya di Keputih 1A No. XX).
Alhamdulillah nyampai juga…rehat sebentar trus dilanjutin dengan ngobrol veesi lama gak ketemu… Cerita – cerita akhirnya laper…hehe, biasa, urusan perut kan? Mumpung belum terlalu malam, jam setengan sepuluh, nyari makan di warung terdekat, dulu aku juga pernah ke warung biru dekat warnet malay. Sepulangnya dari makan itu aku dengar suara yang tak asing menuju arahku berjalan pulang. Suara yang sering aku dengar, yach suara vespanya seseorang yang dekat denganku, semakin mendekat dan sungguh membuatku tidak bisa berkata – kata ( wah hiperbolis nich). Aku hanya menyapanya, mau kemana, jawabnya pun “besok saja.” Eh kira – kira begitu.
Aku masih terpaku di tempatku berdiri melihatnya berlalu dengan vespanya menuju utara yang semakin menjauhiku. Aku pikir mau berhenti dulu untuk sekedar berbincang sejenak, tapi sepertinya dia memang buru – buru mau menuju suatu tempat. …Sadar dari tempatku berdiri, aku berjalan lagi menuju kos temenku, seraya berjalan menuju sana aku sms sang pengendara vespa tadi,
Aku : “mau kemana? “
Dia : “Sms balasan . ada rapat xxxxx di xxx”,,
Aku : “Aku boleh kesana gak?”
Dia : “Besok saja…”
Aku : “Okey, thanks”
—next time again—-









welcome back bro…!