..Entah sejak kapan tradisi sate-menyate di malam hari di depan sanggar kita tercinta di mulai, mungkin 2 atau 3 tahun yang lalu. Beberapa klien drh(c) Febrian cahbagusdewe IX telah menjadi korban keganasan kita : ayam kampung, ayam potong, bebek, kelinci, ayam panggang yang sudah matang.
Ucapan terima kasih kami persembahkan kepada para donatur yang rela melepas fauna kesayangannya: Koji VIII(PA yang lama menghilang, sadarlah!) dengan bebeknya, Achoy VI dengan ayamnya, Dhona VIII(Kin Kin Bangkit Rinarto XI juga) n Vivi VIII dengan kelinci putihnya, Budiarna V dengan ayam panggangnya, dan nama-nama lain yang tak sempat tercatat..arrigato gozaimas! Yang jelas masih kuingat, aku adalah algojo paling laris,sebelum di sate kan ada proses eksekusi tuch..pas nyembelih ayam, banyak yang berani, pas nyembelih bebek, pada ndak tega karena habis disembelih leher bebek tersebut harus ditekuk jadi 2 sampai bunyi “kretek” gitu, ndak berani semua, aku deh yang maju. Trus pas nyembelih kelinci juga pada ndak tega semua, habis dari matanya menitikkan air ketika kita telentangkan untuk dieksekusi ‘guillotine’, budii lagi deh yang harus jadio rajatega, bismillah…
Dan masih banyak kisah indah menyelimuti prosesi nyate malam di sanggar, kepada kakak-kakak yang pernah terlibat dalam prosesi pembunuhan, pengkulitan, pencincangan, dan santap malam fauna-fauna tak berdosa itu silakan ikut berbagi cerita di sini.
Nah, selanjutnya..jangan hanya terhenti di cerita, mari kita buat sejarah yang lebih dahsyat lagi dalam bidang sate-menyate pada suatu malam di depan sanggar.dah 2 tahun lebih lho terlewatkan..masalah fauna yang akan kita sate kak drh(c) Febrian cahbagusdewe IX sanggup menyediakan sesuai pilihan kita, diambil langsung dari lab. veteriner ugm, silakan pilih:ayam, bebek, kelinci, banyak, mentok. tentang bumbu, kak Dodi VII siap menghidangkan aneka ramuan bumbu sesuai selera kita, kak Dwi Budi VII juga siap ya mengirimkan ribuan tusuk sate langsung dari
jakarta, trus di belakang rumahnya pak Man masih ada beberapa tumpuk arang bisa dimanfaatkan kq, kak Rosyi IX sudah teruji untuk masalah betet-membeteti aneka fauna,…ok kurang apa lagi coba? kurang 1, siapa yg makan? ya,karena itulah kami mengundang kakak-kakak semua untuk bersama berbagi bahagia…kapan waktunya?kita kembalikan ke kakak-kakak, kapan enaknya,ato malam terakhir sepulang GSA sekalian farewell party? ato ada usulan waktu lain?
– dari milis kampoengsmuda,postingannya budiarna-Sabtu 13/01/2007 15:25
—-
Membacanya membuatku semakin merindukan teman – teman…kapan nyate lagi rek..dah lama yach..kapan ada kesempatan lagi aku bisa ikut? Feb, kamu beberapa kali terakhir ini kirim email ke aku kapan nyate lagi..? Kapan? Yang lain, sampai Dwi Budi dah punya istri, kapan bud nggawe sunduk sate maneh? Sampai Budiarna dah mau lulus kuliah, ayo bud…Sampai Dodi dah punya laundry..hehe dod bumbu resep dari ibu’mu ancene uenak kok…kayaknya bisa jadi resep kafe resto impiane Budiarna..Sampai Febrian cah bagus wes arep dari drh tenanan…










sanggar ya…. kebanyakan sanggar nih… kebayangnya sanggar yang mana eh ternyata beda sama yang dimaksud ditulisan…
pa kabar??
baik has…yach begitulah…emang sanggar penuh kenangan kok