Articles

Ugh…Bete

Hujan mengguyur kosanku..eh, cikarang kota dech. Cukup deras dan diiringi menggelegarnya sang petir, membuat debar jantungku meningkat, membuat hati ini kian merasa sesuatu yang lain, ada apa di atas sana.. hhh…

Terdiam di kamar melanjutkan sebuah pekerjaan yang sempat tertunda, mencoba merancang sebuah hal untuk di Surabaya nanti, impian yang lama terpendam, sempat terwujudkan namun harus aku tinggalkan ke kota yang lebih menyeramkan daripada Surabaya ini, kadang sich. Banyak yang belum tercapai saat ini, masih ada hal yang harus dibangun lagi dan dikembangkan lagi dengan pasti dan dengan lebih fokus. Aku merasakan hal ini harus segera diperbaiki dan dibenahi, akupun masih berharap dia bisa menjadi konsultan kami dengan lebih bijaksana lagi. Mas, aku akan kembali ke Surabaya, jemput aku ya..aku pengin kita bisa bermain bersama anak – anak itu, bisa mendongeng dan bisa memberikan senyumku ini untuk mereka. Mas, aku juga merindukanmu, gak bisa dipungkiri loch…walaupun kini aku tak tahu apa yang kamu fikirkan tentangku.

Wah..agak ngelantur brur! Selepas sang hujan meninggalkan recehan air di paving halaman kosku sedikit menggenang namun tak apa, tak masalah jika aku melewatinya dengan kaki telanjangku, tak terlalu berarti. Perut ini rasanya protes, seharian ini aku habiskan waktu menulis dan menggambar, eh..menggambar apa ya? Hehe sedikit lah, buat logo baru, mau lihat? Emmm entar aja dech, belum di launching. Ntar kalo dah waktunya aku aplot disini biar semua bisa lihat. — Ada yang protes, perutku cah..laper nich..mau cari maem dulu dech kayaknya. Penginnya sich makan yang seger, tapi apa yach? Setelah jalan – jalan pake revonya temenku gak nemu – nemu juga makanan yang seger, akhirnya kembali ke laptop lagi…cari makan standar di dekat kosku, nasi+capjay+telur+mie…duhh kurang kuahnya nich, jadinya sedikit – sedikit harus minum. Baru setengah proses, eh setengah porsi, rasanya kok gak ngeh gini, pending nich maemnya..hehe…ntar aja kalo dah ngeh lagi maemnya. Sedikit makan sudah merasa kenyang, mungkin juga karena selera menjadi hilang ya? Sang Raja melantunkan suaranya di sini, “Semenjak Kau Pergi” mengiringiku menulis saat ini. Sehingga kepalaku sedikit mengangguk – angguk mengikuti iramanya..Lanjut lagi dengan lagu yang lainnya…walah..Lagune sedih – sedih.

.
Stop dulu dech…ntar lagi..makan lagi…:)

Read full story →

No comments yet.

  • Archive
  • Gallery
  • Quotes
  • Videos
  • Music
  • Links