Articles

Atasanku….

Wah agak kurang up to date..sebenarnya mau nulis pas kejadiannya kemarin, tapi masih belum ngeh. Ni baru aja bisa ada waktu buat nulis tentang hal tersebut. 14 Januari 2008, satu hari momen yang cukup membuat seorang atasanku kaget dan sungguh merasa gak percaya. Kalo di tempat kerjaku dia dalam jabatan kepala seksi, aku staff di seksi tersebut. Aku ceritakan apa yang menjadi uneg2ku…singkat cerita, aku mau re-sign pak. Walah, kok mendadak sekali tukasnya, yach namanya juga sesuatu yang tidak direncanakan sebelumnya, aku pengin cari ilmu lagi, mumpung masih muda dan insyaAlloh masih banyak kesempatan. Aku rasa ilmuku masih belum cukup untuk ini itu, dan masih ada peluang yang cukup banyak untuk meraihnya.

Pernyataan yang diasampaikan padaku, “Tega banget kamu…” itu adalah dari lubuk hatinya yang paling dalam, menurutnya aku salah seorang konseptor yang bagus dan wawasannya cukup luas untuk membuat sistem baru di maintenance, departemenku. Memang banyak project yang aku tawarkan, aku sampaikan ke atasanku, dari segi bidangku, computer control, dan juga segi leadership yang selama ini sedikit aku pelajari, dari pramuka salah satunya. Tambah lagi aku paling muda dan paling energik di seksinya, akulah yang akan dipasrahi beberapa project besar ke depannya. Yah mau gimana lagi, aku memang sudah bertekat untuk melepaskan pekerjaan yang sekarang ini. Tapi “demi kemajuan dan masa depanmu, aku sangat mendukung….” satu hal lain yang kontra yang dia sampaikan padaku.

Oke…lanjut ke managerku..

Aku ajak beliau bersama dengan kepala seksiku tapi ke sebuah ruangan meeting di salah satu sudut ruang office, meeting B namanya. Mulailah aku bercerita dan menyampaikan maksudku pada managerku tersebut. Dari matanya tampak sebuah kekecewaan, tapi dari sudut bijaksananya beliau keluarkan kata – kata, “kalau memang itu yang terbaik buatmu, ya kita gak akan memberatkanmu..”, kemudian beliau bercerita banyak hal tentang ini itu, ada hal yang aku tangkap ternyata mereka memang sebenarnya merasa berat, mungkin sangat berat untuk melepasku. Satu member maintenance, rekan kerjaku hari itu juga akan berangkat ke Jepang untuk study, aku mau re-sign..wah moment yang kurang tepat kayaknya. Salah satu cerita yang sebenarnya didalamnya adalah hal yang mencoba merayuku adalah, apa kamu gak ingin cari istri disini? Apa kamu gak pengin punya rumah disini? Hal – hal yang serupa yang mereka sampaikan padaku, intinya agar pikiranku berubah sejenak, minimal sampai rekan kerjaku pulang dari jepang 7 bulan mendatang.
Aku gak bisa menarik kata – kataku, walaupun dengan rayuan dan iming – iming apapun, karena memang sudah menjadikan keputusan buatku untuk segera keluar dari perusahaan dengan brand Jepang itu. Akhirnya dengan kerelaan yang terpaksa managerku yang sayank padaku menyampaikan, “kalau memang itu niatmu, ya sudah segera urus ke HRD untuk administrasinya, biasanya yang agak lama proses di sana, nanti aku akan sampaikan ke direktur”.

Langsung hari itu juga aku menghadap manager personalia menyampaikan surat pengunduran diriku, dengan bercerita alasan dan keinginanku pada beliau. Cukup lama, kira – kira 45 menit kita berdiskusi dan membicarakan hal yang memang mendadak tersebut, hal standar yang ditanyakan, apa ada masalah di intern departemen, atau ada masalah dengan departemen yang lain, atau ada masalah dengan sistem, atau ini itu…
Sore harinya aku merasa cukup lega, tapi memang merasa kurang pas dengan keadaan tersebut, satu sisi hatiku mengatakan gak tega ke mereka – mereka yang sudah menaruh banyak harapan. Namun sisi yang lain aku harus punya hal lain dalam hidup ini.

Keseokan harinya ternyata managerku langsung sakit dan rawat inap di sebuah rumah sakit yang cukup besar di Bekasi, padahal beberapa tahun terakhir beliau tidak pernah sakit sama sekali, sakit flu pun sangat jarang. Beliau sakit vertigo, kehilangan keseimbangan dan pembuluh darah mata kirinya pecah. 2 hari rawat inap. 3 hari tidak masuk kerja. Kok kebetulan ya? Aku jadi merasa tidak enak, walaupun sakit bukan aku yang bikin, tapi momentnya pas kondisi tersebut, semoga bukan karena aku beliau jadi merasa berfikir keras dan merasa terbebani. Semoga saja bukan….cepat sembuah ya pak..

Read full story →

No comments yet.

  • Archive
  • Gallery
  • Quotes
  • Videos
  • Music
  • Links